Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M Keynote Speakers pada Seminar Nasional ketekniksipilan DPP PATSI
Author
AdministratorMAKASSAR— Seminar Nasional dan Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (DPP PATSI UMI) Masa Jabatan 2026–2030 diselenggarakan di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar pada Jumat, 2 Oktober
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M Mewakili Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sebagai Keynote Speakers pada Seminar Nasional ketekniksipilan DPP PATSI dengan mengangkat satu isu penting dalam pembangunan infrastruktur nasional, yaitu Optimalisasi Pemanfatan Aspal Alam Pulau Buton untuk Ketahanan Infrastruktur Jalan Nasional Berkelanjutan.
"Ketika kita berbicara mengenai jalan, sesungguhnya kita tidak hanya berbicara mengenai konstruksi, aspal, beton, atau panjang ruas yang berhasil kita bangun. Kita sedang berbicara mengenai konektivitas, pergerakan manusia dan barang, pertumbuhan ekonomi, serta
ketahanan pangan masyarakat. Sulawesi Selatan merupakan salah satu simpul utama konektivitas di kawasan timur Indonesia. Jalan menghubungkan sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kawasan industri, pasar, pelabuhan, hingga pusat-pusat konsumsi. Dengan demikian, kualitas dan kemantapan jalan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kelancaran distribusi barang dan pangan serta efisiensi biaya logistik," ungkap Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M
Diketahui bersama bahwa pembangunan jalan di Sulawesi Selatan masih membutuhkan perhatian dan investasi yang besar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengambil langkah melalui program Multi Years Project atau MYP 2025–2027, yang mencakup penanganan sekitar 1.400
kilometer jalan pada sekitar 100 ruas di 24 kabupaten/kota, dengan alokasi sekitar Rp2,5 triliun untuk sektor jalan.
Skala pembangunan tersebut tentu membutuhkan material perkerasan
dalam jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, sejak awal kita perlu memikirkan bukan hanya bagaimana memenuhi kebutuhan material untuk satu proyek, tetapi bagaimana memastikan ketersediaan material, kualitas, efisiensi biaya, kesinambungan pasokan, dan keberlanjutan
pembangunan untuk tahun-tahun mendatang.
"Perubahan geopolitik, fluktuasi harga energi dan minyak bumi, gangguan
rantai pasok global, serta meningkatnya biaya transportasi memberikan
pelajaran penting kepada kita bahwa ketahanan infrastruktur juga
membutuhkan ketahanan material konstruksi. Kita tidak boleh membangun infrastruktur dengan pendekatan yang hanya mempertimbangkan kebutuhan hari ini. Kita harus mulai memikirkan bagaimana memastikan bahan baku pembangunan tersedia secara berkelanjutan dan sejauh mungkin bersumber dari kekuatan
dalam negeri. Dalam konteks inilah Aspal Buton atau Asbuton memiliki arti yang sangat strategis. Indonesia memiliki sumber daya aspal alam yang besar di Pulau Buton. Namun, potensi tersebut sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Data Direktorat Jenderal Bina Marga menunjukkan bahwa penggunaan Asbuton olahan dalam beberapa tahun terakhir masih berada pada kisaran puluhan ribu ton per tahun, sementara kebutuhan aspal untuk pembangunan dan preservasi jalan nasional maupun daerah mencapai lebih dari satu juta ton per tahun," tegas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel dihadapan peserta seminar.
"Karena itu, saya berpandangan bahwa kita perlu mengubah cara melihat Asbuton. Asbuton jangan hanya dipandang sebagai alternatif atau substitusi terhadap aspal minyak. Asbuton harus kita lihat sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian dan ketahanan infrastruktur
nasional. Ketika kita menggunakan bahan baku dari dalam negeri, maka kita membuka peluang untuk membangun rantai nilai domestik, mulai dari pertambangan, pengolahan, transportasi, teknologi, pembangunan jalan, hingga kegiatan pemeliharaan. Di dalamnya terdapat peluang bagi industri nasional, peluang bagi dunia usaha daerah, peluang bagi tenaga kerja, dan tentunya peluang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar di dalam negeri," tutupnya
.
#Sulselmajudanberkarakter
#Sulselprov
#DBMBKSulsel