IJD Rp 845 M Belum Cair, Pemprov Sulsel Kembali Ajukan Bantuan Dana ke PUPR
Author
AdministratorPemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali mengajukan pembangunan ruas jalan agar bisa diakomodir lewat anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2025. Upaya ini dilakukan setelah anggaran IJD Rp 845 miliar tahun ini belum cair.
"Untuk 2025 kita sudah usulkan kembali. Itu kita antisipasi. Kita usulkan kembali," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Astina Abbas kepada wartawan, Selasa (20/8/2024).
Astina melanjutkan, 13 paket ruas jalan yang diusulkan sama dengan tahun ini. Namun dia mengaku ada tambahan ruas jalan yang juga diajukan untuk diperbaiki imbas bencana alam.
"Paket yang sama, hampir semua ruas kita usulkan. (Termasuk yang tidak disetujui sebelumnya) diusulkan juga, dengan ada tambahan dari ada beberapa ruas, kan, yang mengalami bencana alam plus jembatan," tuturnya.
Astina melanjutkan, salah satu ruas jalan yang diharapkan diakomodir dari IJD adalah ruas Jalan Aroeppala yang berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Sementara Jalan Letjen Hertasning Makassar dinilai belum masuk prioritas.
"Kalau (Jalan) Hertasning, kan, masih bagus. Lanjutannya, Aroeppala, kurang lebih Rp 40 miliar, karena rencana beton dan 4 lajur. Mudah-mudahan masyarakat di situ kooperatif kita kasih pedestrian. Panjangnya sampai jembatan 2 itu 1,8 km. Cuma dia lebar," paparnya.
Sementara anggaran IJD Rp 845 miliar tahun 2024 belum ada kepastian. Padahal, kata dia, usulannya sudah berbulan-bulan telah diserahkan ke kementerian.
"Kalau ke Kementerian PU dari tiga bulan lalu diserahkan dokumennya. Sampai saat ini belum ada beritanya. Kami juga tidak tahu seperti apa sekarang. Sama sekali tidak ada informasi dari Kementerian Keuangan," tambah Astina.
Menurut Astina, anggaran IJD tersebut seharusnya sudah cair di periode Agustus atau September mengacu dari tahun sebelumnya. Dia khawatir, kalau anggaran itu terlambat cair, berpotensi ada pemotongan anggaran.
"Kalau tahun kemarin itu Agustus (atau) September. Tapi, kemungkinan, ya, kalau dananya dialokasikan sekitar bulan ini atau September itu kemungkinan targetnya dipotong karena tidak mungkin lagi selesai," jelasnya.